Nih cerpen bedasarkan pengalamam pribadi gue, sebenernya sih nih cerpen di buat karna ada tugas skolah, pi buat ngisi nih blog jadi gue share aj ma losmua, smoga cerita gue ini bisa jadi inspirasi buat lo pade yg bingung buat bikin cerpen, ok . .
Ke Pantai Bogam
(Motor Karatan)
Pagi ini seperti biasa ku terbangun jam 8 pagi, udara dingin masih kurasakan. Kuberanjak dari tempat tidur menuju teras rumah, kuliat langit ternyata mendung, rasanya minggu ini bakalan membosankan pikirku. Baru saja duduk di kursi depan tv di ruang tengah tiba-tiba HP berbunyi, kukira ada sms masuk,ternyata hanya alarm yang terlambat, ku taruh lagi HP di meja, baru sebentar saja Hp ini berbunyi lsgi, kali ini alarmnya bunyi dan ada tulisannya “ke bogam cuy”, wah lupa kalau hari ini diajak ke bogam sama teman-teman, aku cepat-cepat mandi dan berpakaian. Langit terlihat mkin redup, “apa jadi ya ?” pikirku, baru saja ngluarin motor si Ucok datang, “suf, sidaknya dah brangkat duluanam”, “ hah, mang jam brapa mreka brangkatnya ?”, tanyaku dengan sedikit bingung, “jam 7 tadiam mreka tuh” jawabnya dengan santai sambil ngaca di spionnya, “eh pinjam jaket bah suf ?”,”ya bentar, kam kada ganti baju kah ?” tanyaku sambil memberikan jaket, gak gini jak, malas pulang !”, “ayoam brangkat !” ajakku. Kamipun memacu motor menuju Bogam.
Sampai di bundaran monyet tiba-tiba hujan teras, kamipun berteduh di masjid dekat situ, ini hujan sepertinya lama redanya, aku lalu ngajak untuk nekat menerjang hujan, aku memakai jas hujan dan dia karna tidak bawa, kupinjami kupinjami jaket yang tadinya ku pakai dan dia pakai berlapis dengan jaket yang sebelumnya kupinjamkan.
Udara dingin serasa menusuk, Kubu dan Umbang sudah kami lewati, hujanpun mulai berhenti. Jalan di depan penuh lubang tapi si Ucok tetap saja laju, bagaikan seorang pembalap ia melenggak-lenggokkan motornya menghindari lubang, aku mengikutinya, eh malah masuk ke lubang yang tertutup genangan air, mana agak dalam lagi, “hadoh, untung gak papa nih ban” pikirku.
Sampai di desa bogam hujanpun berhenti, kami berhanti sejenak untuk melepas jas hujan yang kupakai, lalu kami melanjutkan perjalanan menuju ke Tanjungnya. Hampir sampai, jalan di depan kliatan kering, sepertinya disini malah gak hujan, makan tadi kami kehujanan sebelum sampai sini. Akhirnya sampai juga, “dimana inyak suf ?”, “hah, sapa cok ?” jawabku sedikit linlung, “alah, Ricky-Ricky, di mana dia tuh, sms-am !” jawabnya, aku pun sms si Ricky, untung masih ada sedikit sinyal di sini. Belum ada balasan, tiba-tiba ada yang memanggil, “Uy, Ucok, Yusuf lakasi kesini”, ternyata si Ricky, kamipun mendatanginya, ia bersama beberapa temannya yang tak kami kenal, tapi ada satu cewek yang sepertinya ku kenal, “eh ki, tu Eka kah” tanyaku, “he.eh, naksirkah” jawabnya dengan wajahnya yang terlihat lengok itu, “kadapan, Cuma tanya mah” jawab ku, padahal sih iya bahkan sesaat ku seperti mendengar alunan lagunya J’Rock-Fallin in love (kurasakan ku jatuh cinta sejak pertama berjumpaa....), eitzz tapi hayalan itu terhenti saat seorang lelaki yang ternyata pacarnya tiba menggandeng erat tangannya. “Uy, Yusuf, Ricky fotoin aku bah”, teriak si Ucok sambil berglayutan di atas pohon bagaikan seekor monyet, “Eh, bentar ku ikut juga” akupun ikut naik keatas pohon, padahal dalam hati mengejek dia kaya monyet naik-naik pohon seperti itu, tak mau ketinggalan, Ricky juga ikut naik dan kami berfoto-diatas sisni, “Ekey, jangan bikin malu bah”, kata seorang cewek temannya Ricky, “way, seterah kami dong” jawab Ucok dengan sinis, karna dari tadi cewek satu ini kliatannya memang sedikit menyombongkan diri dari yang lainnya, lalu Ucok turun dan memotoakn kami dari bawah. Habis foto-foto kami berjalan di pinggir pantai lalu kembali ke tempat kami memarkir motor, “Ukuy cok, maka Sa-F baru, pi dah lecek macam ini” kata Ricky, “he.eh, barangam, cuci yok di situ” ajak si ucok, “kadak papa lah” tanyaku, “kadak papa ma lok” jawab si Ucok. Kmipun mencuci motor kami. Setelah selesai, si Eka ngajak pulang, ya udah kami pulang deh. Di perjalanan kami mampir dulu di rumah salah satu temen Ricky yang ada di dekat sini, kami di beri makan sama kluarganya, lumayanlah buat ngisi perut, setelah itu kami pamitan dan pulang melewati jalan yang berlubang-lubang tadi lagi, rasanya perjalanan pulang lebih cepat daripada pas brangkat tadi.
Sampai di P.Bun aku mampir kerumah Ucok dulu, bosan sih low di rumah. Skalian numpang membilas motor dulu masudnya. Keesokan harinya pas aku ke rumah Ucok, kebetulan ada Ricky juga di situ, “eh suf, motor kam karatan kadak” tanya si Ricky, aku langsung liatin motorku “eh iya, punya sidakkam juga kah” tanyaku, “hahaha! Sama mah kita” jawab si ucok sambil nyengir dan sedikit tertawa, “waduuuuuhhhh, pasti gara-gara di cuci pake air di pantai bogam kmaren ni, sidak kam niiihhhh!” jawabku, coba aja kmaren gak ikutan nyuci di bogam, pasti kadak karatan nih. Tapi gak apa-apa lah yang penting Happy.
Pengarang
Nama : Yusuf Almalik Saputra
Skolah/kelas :SMA Negeri 1 P.Bun / XC
NIS/No.Absen : 7456 / 33








0 komentar:
Posting Komentar